Sabtu, 17 Juli 2010

Anak Palestina

Di saat Indonesia mengirimkan bantuan kepada Palestina, mengirimkan dokter-dokter ke Palestina. Saat itu malam hari, bantuan dari Indonesia mencoba mendekat ke jalur Gaza. Lewatlah seorang anak Palestina yang sedang berjualan kopi. Dan salah seorang dokterpun memanggilnya untuk membeli kopi darinya.
Lantas dokter itu bertanya,"kamu inikan masih kecil mengapa kamu berjualan, dimankah Ayahmu?"
Anak penjual kopi itupun menjawab dengan muka yang berseri-seri,"Alhamdullilah Ayah sudah Mati Syahid."
Dokter itupun kembali bertanya,"Dimana Ibumu?"
Anak itu menjawab dengan muka yang makin berseri-seri,"Ibu telah bertemu Ayah di surga."
Dokter itupun merasa iba dan melebihkan uangnya.
Lantas Anak itupun berkata,"Saya ini seorang penjual kopi bukan seorang peminta-minta." dan ia mengembalikan lebihnya uang bayaran sang dokter itu. Dan Dokter itu menceritakan bagaimana indahnya Indonesia yang bila ditanami tumbuhan akan tumbuh tumbuhan itu, dan Dokter itu mengajak anak itu mengejar ilmu di Indonesia (bersekolah).
Anak itu menjawab,"Sungguh indah bangsamu itu, Akupun ingin kesana tetapi jika aku kesana baagaimana nasib bangsaku nanti dimasa depan?"

dari kisah ini Saya menyadari bahwa IMAN saya masih jauh kalah dengan anak-anak Palestina dan saya menyadari bahwa saya iri dengan anak-anak Palestina itu. Dan dibandingkan dengan anak-anak palestina saya hanya orang yang berkarakter yang masih dibilang lemah.